• Menlu AS Umumkan Rencana Bentuk Front untuk Atasi Taliban

     

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, sumber foto: REUTERS/File Photo


    373Poker - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengumumkan rencana untuk membentuk front atau pergerakan persatuan dengan sekutunya, untuk mengatasi Taliban dan memastikan dukungan berkelanjutan bagi warga AS yang belum dievakuasi dari Afghanistan.


    Pernyataan itu muncul seminggu setelah AS memperkenalkan kebijakan barunya di Afghanistan, setelah mengakhiri keterlibatannya dalam perang saudara 20 tahun.


    Kampanye front digaungkan oleh Blinken saat mengunjungi Qatar dan Jerman. Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin juga melakukan perjalanan ke sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, Bahrain dan Kuwait.


    Blinken mengadakan tur "terima kasih"


    Perjalanan Blinken dijuluki sebagai tur "terima kasih" karena negara-negara Teluk dan Jerman memainkan peran kunci dalam membantu Washington mengevakuasi puluhan ribu orang dari Kabul. Rencananya Blinken akan bertemu dengan pejabat senior Qatar di Doha dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di pangkalan udara Ramstein.


    Pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Blinken dan Austin tidak akan bertemu dengan pejabat Taliban.


    Kunjungan dua pejabat tinggi AS itu dilakukan ketika pemerintahan Biden bergulat dengan dampak penarikan pasukan dari Afghanistan, sebuah kebijakan yang juga dikritik oleh mantan Presiden Donald Trump dan anggota Partai Republik lainnya.


    AS akan melanjutkan misi evakuasinya di Kabul


    Misi evakuasi Kabul tercatat sebagai salah satu operasi evakuasi terbesar dalam sejarah, dengan lebih dari 120.000 orang diangkut keluar dari Afghanistan. Meski begitu, ribuan warga Afghanistan yang terancam Taliban masih tertinggal, begitu pula 100 warga Amerika lainnya.


    Blinken bersumpah untuk melanjutkan upaya evakuasi dan mematuhi komitmen Taliban, memberikan akses kepada siapa saja yang ingin meninggalkan negara itu dengan selamat.


    "Kami dalam koordinasi yang sangat, sangat aktif dengan negara-negara yang berpikiran sama di seluruh dunia, sehingga kami terus bekerja sama dan menggunakan pengaruh yang kami miliki, untuk menahan Taliban pada komitmen yang dibuatnya," tambah Blinken pada konferensi pers di Jumat.


    Sikap beberapa negara terhadap Taliban


    Mengenai sikap sejumlah negara terhadap Taliban, Italia telah mengungkapkan rencananya untuk memulai kembali misi diplomatik dengan Afghanistan dari Qatar.


    "Saya akan bertemu dengan Emir (pemimpin) Qatar dengan menteri luar negeri, karena niat kami untuk merelokasi kedutaan yang kami miliki di Kabul ke Doha," kata Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio, dikutip The Straits Times.


    "Qatar telah menjadi pusat hubungan diplomatik sehubungan dengan pemerintah Afghanistan yang sedang dibentuk ini," tambahnya.


    Beberapa negara seperti China, Iran, Pakistan, Rusia dan Turki telah membuka kembali kedutaan mereka di Kabul. Mereka memiliki peluang besar untuk mempengaruhi pemerintahan baru Taliban, yang masih dibentuk.


    Sementara itu, Qatar meminta negara-negara barat untuk mendukung pemerintah Taliban. Qatar tidak merekomendasikan kebijakan isolasi, yang hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan dan pembangunan di Afghanistan.


    “Jika kita mulai memberikan syarat dan menghentikan keterlibatan, kita akan meninggalkan kekosongan, dan pertanyaannya adalah siapa yang akan mengisi kekosongan ini?” Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, seperti dikutip oleh Al Jazeera.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar