• Waspadai Gejala Otitis Media Alias Infeksi Telinga

     

    Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


    373Poker - Malam tahun baru adalah momen yang menyenangkan. Ini adalah saat yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga, teman, kerabat, dan orang-orang yang kamu sayangi. Namun, kemeriahan tahun baru sebaiknya jangan sampai terganggu oleh penyakit, seperti infeksi telinga atau otitis media. 


    Dalam dunia medis, gangguan otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yakni ruang di belakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil. Bagian telinga tersebut berfungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.


    Siapa saja bisa mengalami otitis media, tetapi kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan pada bayi berusia 6–15 bulan. Ini karena tuba eustachius atau saluran yang berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam telinga bagian tengah pada anak-anak memiliki ukuran yang lebih sempit, dibandingkan dengan orang dewasa. Oleh karena itulah, anak-anak lebih rentan terkena otitis media.


    Waspadai Gejala Otitis Media


    Otitis media juga merupakan salah satu penyebab paling umum dari sakit telinga. Ada beberapa gejala otitis media yang perlu kamu waspadai terjadi pada anak atau bayi, antara lain: 


    • Sering menarik, menggenggam, dan menggaruk telinga.

    • Mengalami demam.

    • Tidak mau makan.

    • Mudah marah atau rewel.

    • Tidak bereaksi dengan suara lirih atau pelan.

    • Susah tidur di malam hari.


    Gejala otitis media yang biasanya dialami oleh remaja dan orang dewasa adalah munculnya rasa sakit pada telinga dan kehilangan pendengaran. Rasa sakit yang diakibatkan oleh infeksi ini terjadi karena peradangan dan penimbunan cairan di telinga bagian tengah.


    Langkah Pengobatan dan Pencegahan Otitis


    Sebagian besar kondisi otitis tidak memerlukan penanganan dokter. Kondisi ini akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penanganan medis dibutuhkan apabila pengidap otitis media:


    • Mengalami gejala yang tidak membaik dalam waktu tiga hari.

    • Merasakan nyeri hebat pada bagian telinga.

    • Mengeluarkan nanah atau cairan dari telinga.

    • Memiliki kondisi bawaan, seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.


    Pengobatan yang akan diberikan bermanfaat untuk meredakan rasa sakit dan demam yang mungkin dialami. Contoh obat yang biasanya diberikan adalah paracetamol dan ibuprofen.


    Perlu diketahui pula bahwa gangguan otitis dapat dicegah dengan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena otitis media, di antaranya:


    • Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok.

    • Lengkapi vaksinasi pada anak-anak sesuai jadwal, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib.

    • Utamakan pemberian ASI, bukan susu formula.

    • Menghindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi.

    • Jangan memberi makan ketika anak dalam posisi berbaring.

    • Setelah anak berusia 6–12 bulan, jangan memberikan dot pada mereka.


    Komplikasi Akibat Otitis


    Beberapa cara di atas hanya dilakukan untuk mengurangi risiko terkena otitis media, karena tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi telinga tengah. Penyakit ini perlu diwaspadai, karena gangguan otitis media bisa menyebabkan komplikasi dan tergolong sangat berbahaya, meskipun jarang terjadi.


    Komplikasi yang muncul harus secepatnya ditangani oleh ahli. Beberapa contoh komplikasi yang terjadi dalam kasus otitis media adalah:


    • Labirinitis. Penyebaran infeksi ke telinga bagian dalam.

    • Mastoiditis. Penyebaran infeksi ke tulang di belakang telinga.

    • Meningitis. Penyebaran infeksi ke selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang, yang disebut meninges.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar