• Usai Kritik Presiden Jokowi, Ketua BEM UI Dipanggil Pimpinan Kampus

     

    Sumber foto: MNC Media


    373Poker - Kritikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terhadap Presiden Joko Widodo “Jokowi” melalui meme atau poster di Twitter, ditanggapi dengan cara memanggil pimpinan kampus.


    Rektor UI mengirim surat pemanggilan kepada Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra dan wakilnya Yogie Sani, usai mengkritik Jokowi dengan menyebutnya sebagai The king of lip service.


    Dalam surat yang tersebar di media sosial, tertulis bahwa Direktur Kemahasiswaan UI Tito Latif Indra telah mengirimkan panggilan tersebut.


    "Sehubungan dengan beredarnya poster yang dikeluarkan BEM UI melalui akun medsos official BEM UI menggunakan poto Presiden RI. dengan ini Kami memanggil saudara," demikian bunyi surat tersebut seperti dikutip, Minggu (26/7/2021).


    Ada 10 orang yang dipanggil rektorat


    Tidak hanya ketua dan wakil ketua BEM UI yang dipanggil, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Ginanja Ariyasuta Eka dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Chirstopher Christian serta enam orang lainnya juga dipanggil.


    Kesepuluh orang tersebut diminta hadir hari ini pukul 15.00 WIB di ruang rapat UI.


    Faisal Basri sebut dosen takut


    Seruan ketua BEM UI dan jajarannya mendapat respon dari pengguna media sosial. Akun Twitter Leon Alvinda @Leon_Alvinda dibanjiri dukungan, salah satunya Ekonom UI Faisal Basri.


    Dikatakannya, BEM UI saat ini dan sebelumnya telah banyak melakukan penelitian ilmiah, sehingga tidak hanya sekedar wacana. Menurut Faisal, mereka juga memiliki departemen kajian strategis.


    "Para dosen ketakutan karena kalau kritis dipersulit jadi guru besar," katanya di akun Twitternya @FaisalBasri.


    Taufik Basari mengatakan kritik dari mahasiswa adalah hal biasa


    Sementara itu, Anggota Komisi III DPR, Taufik Basari, melalui akun Twitternya @taufikbasari, mengatakan kritik dari mahasiswa merupakan hal yang lumrah dan tugas selain kuliah.


    "Mahasiswa mengkritik itu biasa, bahkan itu tugasnya di samping kuliah. Kritik dgn nyeleneh pun biasa, namanya anak muda. Dono dan Kasino waktu mahasiswa dulu jg kritik dgn nyeleneh. Kita tdk bisa hidup dalam alam demokrasi," tulisnya


    Aktivis antikorupsi Donal Fariz juga mengutarakan pendapatnya, mengaku terkesan dengan UI yang langsung melayangkan panggilan di hari yang sama, saat sindiran berisi kritikan terhadap Jokowi dibuat. Ia bahkan mempertanyakan apakah UI 24 jam melayani penguasa.


    "Satire @BEMUI_Official dibalas panggilan pimpinan Kampus. Surat dibuat hari minggu ( 27/6) untuk panggilan hari yg sama. Luar biasaa..Apakah UI bekerja 24 jam untuk melayani penguasa?" kicaunya di akun @donalfariz.


    Istana mengatakan pemerintah tidak anti-kritik


    Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman mengatakan bahwa setiap kegiatan di UI, termasuk BEM UI adalah tanggung jawab universitas.


    “Segala aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia, termasuk BEM UI menjadi tanggung jawab pimpinan Universitas Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).


    Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral mengatakan, meme yang diunggah tersebut merupakan bentuk ekspresi dari mahasiswa BEM UI. Meski menurut dia, ekspresi itu butuh data dan fakta, padahal menurut dia pemerintah tidak anti kritik.


    "Tetapi bahwa saya harus tegaskan pemerintah tidak anti-kritik, asal kritik bisa dipertanggungjawabkan pasti akan direspons," ujarnya.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar