373Poker - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menerima kedatangan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulteng di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (16/6/2021). Dalam pertemuan tersebut, Moeldoko dan FKUB membahas situasi keamanan di Poso. Moeldoko menegaskan, konflik di Poso bukan masalah agama.
"Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Apa yang terjadi di Poso bukan persoalan agama," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Kantor Staf Presiden (KSP).
Moeldoko menekankan bahwa tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan
Dalam kesempatan ini, Moeldoko meminta FKUB untuk terus memperhatikan penguatan soliditas antar pemuka agama sehingga forum ini menjadi efektif. Menurut Moeldoko, sosialisasi kepada masyarakat juga harus dilakukan agar tidak mudah terprovokasi.
"Karena tidak ada satu agama pun yang membenarkan pembunuhan maupun kekerasan," kata Moeldoko.
FKUB mengatakan bahwa masyarakat sadar bahwa konflik di Poso bukan masalah agama
Sementara itu, Ketua FKUB Sulteng KH Zainal Abidin mengatakan saat ini kondisi di Poso aman dan terkendali. Masyarakat telah menyadari bahwa konflik tersebut bukanlah masalah agama, tetapi hanya kelompok kriminal yang berusaha mendapatkan perhatian.
“Kekerasan yang dilakukan kelompok MIT sebenarnya intensitasnya sudah sangat kecil. Namun kelompok ini melakukan dengan cara sadis dan kejam mencoba menarik perhatian dunia,” kata Zainal.
Teroris MIT Poso serang 4 petani
Sebelumnya, empat petani menjadi korban serangan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Pegunungan Pohu, Desa Klimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto menjelaskan, Selasa (5/11/2021) pukul 07.30 WITA, seorang saksi lari dari kebun menuju perkampungan dan berteriak minta tolong setelah dua korban diserang dari belakang oleh lima teroris MIT.
"Saksi langsung melaporkan kejadian kepada kepala desa, menyampaikan bahwa di atas masih ada korban 1 dan 2,," kata Didik.
Atas aduan tersebut, kepala desa langsung melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Polsek Kalimago. Tim Satgas Madagoraya langsung merespon laporan tersebut.
“Setelah dilakukan pengecekan oleh tim Satgas Madagoraya ditemukan korban 1 dan 2, dilanjutkan dengan penyisiran ditemukan lagi korban 3 dan 4 yang berjarak sekitar 200 meter,” kata Didik.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar