373Poker - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, sumber foto: DPR RI
Wacana duet Prabowo Subianto dan Joko Widodo santer beredar di sejumlah pihak.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, merasa kasihan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) akibat ulah para relawannya yang sudah ribut dengan pencalonannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pasalnya, keributan tersebut sebenarnya dilakukan saat Jokowi tengah menghadapi pandemi Covid-19.
"Ini kita di 2021, berarti masih ada 3 tahun. Jadi sebetulnya kasihan pak Jokowi," kata Fadli dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (24/6/2021).
Fadli juga menyinggung masa jabatan Jokowi yang masih jauh dari selesai namun sudah mengarah ke tiga periode.
Bahkan, menurutnya, politik Indonesia juga akrab dengan 'last minute' atau keputusan yang bisa diambil di detik-detik terakhir.
Ia masih ingat saat Jokowi tiba-tiba berganti cawapres pada Pilpres 2019 sebelum mendaftar ke KPU.
Saat itu publik dihebohkan bahwa Mahfud MD akan menjadi calon wakil presiden, namun keputusan berubah di detik-detik terakhir karena Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf Amin.
"Itu last minute politik," katanya.
Kemudian, anggota Komisi I DPR RI itu juga menilai pernyataan M Qodari selaku penasehat Jokpro 2024 adalah sebuah anomali.
Sebab, Qodari adalah tokoh survei dan konsultan politik, sehingga tidak bisa dianggap mewakili suara masyarakat
“Bukan datang dari parpol, bukan dari akademisi atau bukan tokoh yang dianggap mewakili aspirasi masyarakat,” pungkasnya.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar